HIMPALA MOUNTAIN LEADER UJUNG KULON

17 10 2008
Himpala Mountain Leader
Himpala Mountain Leader

MOUNTAIN LEADER (ML) adalah kegiatan rutin Himpala yang dilakukan oleh anggota muda Himpala untuk menjadi anggota penuh dan mendapatkan nomor anggota Himpala. Dengan adanya mountain leader menjadikan anggota muda Himpala lebih dapat memahami dan menanamkan jiwa Kepemimpinan dalam suatu organisasi dan kebersamaan dalam satu angkatan. 

Mountain leader ini dilaksanakan pada tanggal 24-27 oktober 2007 di Gunung Honje, Taman Nasional Ujung Kulon. Pesertanya terdiri dari angkatan Grand Canyon, yaitu Heba Rotua dan Dwi Budiawan, dan angkatan Elang Bintang, Yvonne dan Danthi. Dan Panitianya terdiri dari Burut, Efi, Fajar Bungkik, Zon, Andross.

 

 





Perlengkapan Perjalanan

16 10 2008

Perlengkapan Dasar
1. Sepatu
2. Kaos Kaki
3. Celana Lapangan
4. Baju Lapangan
5. Topi Lapangan
6. Sarung Tangan
7. Ikat Pinggang
8. Ransel (Cerriel)
9. Peralatan Navigasi
->Kompas
->Peta Topografi
->Penggaris Segitiga
->Busur Derajat
->Pensil Dll
10.Lampu Senter (bola lampu dan baterai cadangan)
11.Pluit
12.Pisau

Perlengkapan Tidur
1. Satu Set Pakaian Tidur
2. Kaos Kaki untuk Tidur
3. Sleeping bag
4. Matras
5. Tenda / Ponco / Plastik untuk bivak

Perlengkapan Masak dan Makan
1. Alat Masak Lapangan / Misting
2. Alat bantu makan ( sendok, garpu dll )
3. Alat pembuat api ( lilin, spiritus, parafin dll )
4. Kantung air / tempat air

Perlengkapan Tambahan
1. Putis ( Pembelat betis, gunanya menjaga oto-otot betis agar tetap fit )
2. Sarung anti Pacet ( Gaiters )
3. Second Skin ( Menahan gesekan celana lapangan langsung dengan kulit ) contohnya bicyle pants
4. Kelambu ( Untuk perjalan yang banyak rawa-rawa )
5. Kupluk ( Balaclava ) melindungi dari nyamuk dan cuaca dingin
6. Semir sepatu
7. Ikat leher / kacu segitiga ( menghapus keringat, penutup kepala / telinga, membalut luka ” alat p3k ” )
8. Perlengkapan pribadi lainnya
-> Jarum, benang, kancing, tali sepatu cadangan, tali tubuh / webbing
-> Handuk, sikat gigi, odol, sabun, celana dalam
-> Obat-obatan Pribadi.





Survival

15 10 2008

Mengapa Ada Survival

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :

  • Keadaan alam (cuaca dan medan)
  • Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)

· Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)

Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.

Definisi Survival

Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam

S : Sadar dalam keadaan gawat darurat

U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah

R : Rasa takut dan putus asa hilangkan

V : Vitalitas tingkatkan

I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya

V : Variasi alam bisa dimanfaatkan

A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya

L : Lancar, slaman, slumun, slamet

Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :

S : Stop & seating / berhenti dan duduklah

T : Thingking / berpikirlah

O : Observe / amati keadaan sekitar

P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan

Kebutuhan survival

Yang harus dipunyai oleh seorang survivor

1. Sikap mental

–  Semangat untuk tetap hidup

–  Kepercayaan diri

–  Akal sehat

– Disiplin dan rencana matang

– Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan

– Cara membuat bivak

– Cara memperoleh air

– Cara mendapatkan makanan

– Cara membuat api

– Pengetahuan orientasi medan

– Cara mengatasi gangguan binatang

– Cara mencari pertolongan

3. Pengalaman dan latihan

– Latihan mengidentifikasikan tanaman

– Latihan membuat trap, dll

4. Peralatan

– Kotak survival

– Pisau jungle , dll

5. Kemauan belajar





Soe Hok Gie dan Ketidak Adilan

11 10 2008

Oleh : Wuri setyaningsih  (Caang 2008)

Soe hok Gie di lahirkan pada tanggal 17 desember 1942, ketika perang tengah berkecamuk di pasifik , soe hok gie atau biasa di panggil gie ini adalah putera ke empat dari Soe lie pet seorang penulis yang handal.

Meskipun dia lahir dari peranakan cina dia tidak pernah merasa terasingkan dan canggung di lingkungannya , Gie kecil sangat suka sekali membaca bahkan saat dia masih duduk di bangku SMP Strada dia pernah menaruh dendam kepada gurunya karena nilai ulangannya di kurangi , akibat berdebat dengan salah satu gurunya , Gie yang merasa bahwa yang di lakukan oleh gurunya merupakan perbuatan yang melanggar nilai-nilai demokrasi dan Gie pun tidak memilih diam, akhirnya dia melakukan koreksi habis-habisan kepada gurunya , saat itulah kali pertamanya di menulis buku hariannya

Hari ini hari ketika dendam mulai membatu .Ulangan Ilmu Bumiku 8 tapi di kurangi 3 jadi tinggal 5.Aku tak senang dengan itu . Aku iri karena di kelas merupakan orang ke tiga yang terpandai dari ulangan tersebut .Aku percaya bahwa setidak-tidaknya aku yang terpandai dalam Ilmu Bumi dari seluruh kelas .Dendam yang di simpan lalu turun ke hati , mengeras sebagai batu. Kertanya aku buang . Biar aku di hukum , aku tak pernah jatuh dalam ulangan”

“Dan Guru bukanlah dewa yang selalu benar ,dan murid bukanlah kerbau”

Kalimat itu menggambarkan bahwa betapa kritisnya pikiran seorang anak SMP yang belum tentu semua anak berani mengatakannya .

Setelah dia menginjak dewasa dan masuk ke bangku kuliah. Gie semakin matang untuk berfikir kritis, terutama politik yang bergejolak dan memanas pada era Orde lama saat itu , di mana harga kebutuhan bahan pokok, dan bahan bakar melambung drastis mencekik rakyat kecil , di tambah lagi dengan krisis kepercayaan , serta korupsi yang di mana- mana , hal itu yang membuat pintu hati gie terketukdan akhirnya dia menulis semua kritikan-kritikan yang pedas lewat harian kompas,Dia merasa bahwa masyarakat telah di nina bobokan oleh janji – janji dari antek – antek soekarno, rakyat tang hampir mati kelaparan , tapi para pejabat-pejabat malah makan enak dan duduk-duduk dengan santai di DPR dan di Istana Negara.

Soe hok gie yang pada awalnya simpatik dengan perjuangan presiden soekarno serta kawan-kawannya , malah berbalik 180 derajat menjadi menentang semua kebijakan mereka, dia merasa bahwa generasi tua telah menghianati apa yang mereka perjuangkan selama ini, lupa dengan tujuan perjuangan semula dan berbelok kepada politik yang diktaktor dan terlalu radikal untuk rakyat , mereka hanya mementingkan golongan atas serta ormas-ormasnya ,

Selain Dia menulis kritikan-kritikan di Koran , dia juga sering di undang ke radio-radio untuk menyampaikan pendapatnya tentang pemerintahan Negara.Gie memang pribadi yang gemar dan pandai memakai kata dalam memerangi dekandensi-dekandensi moral . sering sekali kritikan-kritikannya hampir membuat nyawanya melayang , karena terror di mana-mana , tapi dia tidak pernah takut dan hal itu semakin membuatnya tetap bertahan karena

“ aku lebih baik di asingkan daripada menyerah pada kemunafikan, dan aku ingin menjadi pohon oek yang selalu menentang angin.” Bahkan Kritikan –kritikannya juga menjauhkannya dengan orang-orang yang sangat di cintainnya.

Puncaknya pada tahun 1966 , Gie dan teman sesama mahasiswa berorasi dan menuntut keadilan dengan bergabung dan menyatakan diri mereka sebagai KAMI, mereka menuntut mundur para menteri penjilat dengan menyebut mereka sebagai MANIPOL USDEK , dan istilah Ganyang merupakan kata-kata yang santer terdengar dalam Orasi mereka di Istana Negara, dan menyetop mobil para menteri dan mencoret – coret mobilnya dengan Kalimat “ rakyat lapar “, serta menyanyikan yel – yel kemarahan mahasiswa dan rakyat, Gie sangat menyayangkan nilai guna Istana Negara saat itu ,yang seharusnya di gunakan untuk semestinya bukan untuk berpesta – pesta dengan para pelayan perempuan istana yang berpakaian seksi . menteri yang seharusnya bekerja untuk rakyat malah memalingkan muka dari rakyat dan hanya mementingkan nasip perutnya sendiri .

ke adaan Indonesia yang semakin terpuruk itu membuat kerinduan yang sangat mendalam dengan kedamaian ,kerinduan itupun dia lampiaskan dengan menulis sebuah puisi

“ Saya mimpi tentang sebuah dunia ,

Dimana para ulama – buruh , dan pemuda ,

bangkit dan berkata STOP pada kemunafikan ,

stop semua pembunuhan atas nama apa pun .

Dan para politisi di PBB,

Sibuk mengatur pengangkutan gandum, susu , dan beras,

Buat anak-anak yang lapar di tiga benua ,

Dan lupa akan diplomasi .

Tak ada lagi rasa benci pada siapa pun,

Agama apa pun . rasa apa pun , dan bangsa apa pun,

Dan melupakan perang dan kebencian

Dan hanya sibuk denga pembangunan dunia yang lebih baik .

Tuhan saya mimpi tentang dunia tadi ,Yang tak pernah akan datang.”

Puisi itu telah menggambarkan betapa dunia ini rindu dengan kedamaian

Dan sibuk menata pembangunan .pada akhir hidupnya pun Gie masih sempat mengirimkan bedak , lipstick kepada para menteri sebelum berangkat ke semeru, itu semua symbol dari kemunafikan pemerintah dalam melakukan kewajibannya , dengan berkedok yang atas nama kepentingan Negara.





Sejarah singkat Himpala Indonusa

8 08 2008

 Oleh : Dede Rianto ( Arimba )

HIMPALA UIEU  berdiri pada tanggal 09 juli 1994, berdirinya Himpala ini berdasarkan keputusan Bapak Anis Latif selaku purek III yang menyatakan IMPALA masuk kedalam salah satu UKM di Universitas Indonusa Esa Unggul, sehubungan dengan pernyataan tersebut maka nama IMPALA pun dirubah menjadi HIMPALA, Sehingga dapat dikatakan bahwa IMPALA merupakan awal mula berdirinya HIMPALA
Sejak awal berdirinya Himpala, telah banyak sudah rekan-rekan mahasiswa yang bergabung kedalam organisasi Himpala, mereka adalah bagian dari segelintir orang yang peduli dengan keadaan lingkungan hidup dan keanekaragaman flora dan fauna yang belakangan ini hampir punah dijarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Bentuk kegiatan Himpala sendiri adalah berpetualang dialam bebas dengan mengabdikan diri dan mengembangkan ilmu pengetahuan  yang berlandaskan kekeluargaan.